Suka Menikmati Tidur Berlebihan Saat Liburan? Hati-Hati Bahaya Mengancam

Bulan mei tahun ini menjadi bulan yang cukup indah dan dinanti. Selain memiliki lebih dari satu tanggal merah  kalender. Tentu hal ini membuat taksedikit orang memanfaatkan waktu liburnya untuk berjalan-jalan, berkebun, atau hanya dirumah dan tidur seharian.

Setelah jam tidur yang terganggu dan berubah-ubah selama aktivitas padat. Banyak orang yang memanfaat waktu liburnya dengan waktu tidur yang lama, semacam ‘balas dendam’.

Balas dendang dengan waktu tidur yang lama ini biasa dijulukidengan sebutan oversleeping atau hipersomnia.  Sayangnya aktivitas ini sangat berbahaya jika dilakukan berkelanjutan. Namun, sudah tahua Anda penyebab dan dampak detail dari tidur lama atau over sleeping ini? Yuk intip penjelasannya!

Penyebab oversleeping atau hipersomnia ada beragam, seperti sleep apnea atau gangguan pernapasan saat tidur, narcolepy yang merupakan masalah neurologis yang menyebabkan tidur berlebihan.

Hal yang sering kita dengar  seperti stress, depresi dan  kelelahan, pun ternyata dapat menjadi penyebab over sleeping ini.

Apa efek dari over sleeping ini ? baik atau buruk ?

 

  1. Nyeri punggung.

Ketika Anda berbaring di tempat tidur selama berjam-jam, sering kali timbul nyeri pada punggung. Orang yang menderita sakit punggung atau rentan terhadap sakit punggung pun dianjurkan dokter untuk tetap aktif bergerak, tidak sering berbaring atau tiduran.

  1. Diabetes

Penelitian menunjukkan, orang yang tidur lebih dari sembilan jam tiap malam berisiko 50 persen lebih besar terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh jam per malam. Penelitian juga menemukan, oversleeping dapat mengindikasikan gangguan medis yang meningkatkan kemungkinan pengaruh diabetes.

 

  1. Obesitas

Penelitian menunjukkan, mereka yang tidur selama 9-10 jam tiap malam 21 persen lebih mungkin mengalami obesitas daripada mereka yang hanya tidur selama 7-8 jam.

 

  1. Sakit jantung.

Sebuah penelitian menunjukkan, wanita yang tidur selama 9-11 jam  tiap malam 38 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner.

 

  1. Sakit kepala

Para peneliti meyakini, sakit kepala bisa merupakan efek dari oversleeping. Mereka yang tidur terlalu lama pada siang hari sering mengalami gangguan ketika hendak tidur pada malam harinya sehingga menyebabkan timbulnya sakit kepala pada keesokan hari.

 

  1. Kematian

Beberapa penelitian menemukan, orang yang tidur sembilan jam atau lebih tiap malam memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam per malam. Para peneliti berspekulasi, depresi dan rendahnya status sosial ekonomi (juga dikaitkan dengan tidur lebih lama) dapat dihubungkan dengan meningkatnya mortalitas (kematian).

Jadi, masih ingin menikmati over sleeping? Tentu tidak kan? Daripda bosen dirumah atau kalau mau keluar pun bingung. Menidng ke Saung Domba Edupark aja. Saatnya bermain sambil belajar dengan cara yang mengasyikan dan tentunya dekat dengan alam.

Semoga bermanfaat !

Sumber : kompas

#tiidurberlebihan #narcolepsy #stress #kelelahan #butuhliburan #liburanseru #liburanhits

 

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.