26805334_2040351602648254_5550376376822807000_n

Ini Loh Manfaat Tersembunyi Dari Mengenalkan Hewan Pada Anak di Wisata Edupark

Memberi edukasi pada anak nyatanya dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah mengenalkannnya pada hewan secara langsung. Metode  ini tentu bukan hanya sekedar menambah informasi nama-nama hewan terbaru dalam memori anak. Maka dari itu yuk kenali lebih dalam manfaat yang didapat dari pengenalan hewan pada anak.

  1. Belajar Menghormati Sesama Makhluk Hidup

Tak hanya sesama manusia , makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan juga harus dihargai kehidupannya. Dengan bertemu dengan hewan secara langsung anak kan menghargai hewan bahwa mereka layak hidup dan diperlakukkan dengan baik.

 

  1. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa si Kecil

Di edupark mungkin pertama kalinya anak mengenal lebih dekat hewan yang sebelumnya belumpernah ia ketahui dan sentuh secara angsung. Saat itulah  anak mulai berinteraksi dengan hewan tersebut, mengajak berbicara serta mengetahui ciri fisiknya lebih detail. Saat itulah ia bisa mereview hewan yang  telah ia jumpai dirumah bersama orang tua. Tak sekadar efektif untuk mengenalkan anak pada aneka jenis hewan, hal ini secara tak langsung juga turut meningkatkan kemampuan berbahasa si Kecil.

 

  1. Belajar Mengenal Lingkungan Lebih Baik

Wisata di wahana edupark  juga membantu si Kecil belajar mengenal lingkungan lebih baik lagi lho Bunda. Contohnya, saat berkeliling wahana bersama kawan atau orang tua dan menyaksikan hewan serta memberi makan secara langsung anak akan paham s ternyata hewan memiliki makanan yang berbeda-beda. Cara hidup di lingkungannya pun beda. Pengetahuan baru ini tentu membuat si Kecil mengenal lingkungan dengan lebih baik lagi, bukan?

  1. Belajar Mengendalikan Rasa Takut

Dengan bentuk tubuh hewan yang berbeda, ada yang lebih kecil, setara bahkan lebih besar dari tubuh anak. Biasanya anak akan takut dan enggan mendekati hewan tersebut. maka, pengertian dari orang tua atau pun pemandu wisata akan memberikan gambaran yang lebih terbuka pada anak untuk tidak takut menghadapi hewan yang tidak  bisasa ia jumpai.

  1. Anak menjadi lebih aktif

Saat anak di rumah ruang geraknya akan lebih terbatas.berbeda saat ia berada di alam bebas, terutama dengan permainan kelompok yang menuntut anak aktif dalam berinteraksi pada sekitar dan bergerak dengan bebas yang secara tidak langsung membantu olah fisiknya.

 

Ternyata banyak ya Bun manfaat dari mengenalkan hewan di wisata edupark. Ingin mengenalkan hewan kepada anak dengan cara yang menyenangkan sekaligus mendapatkan edukasi kunjungi wisata bermain dan belajar Saung Domba Edupark. Lokasi yang strategis dan luas tak hanya sebagai sarana wisata anak Edupark sangat pas untuk wisatakeluarga ataupun sekolah.

 

Facebook : Sde Edupark

Instagram : saungdombaeduparkk

Website : www.saungdombaedupark.com

Telp / WA : 0217863834 / 0819 111 222 05

 

Jl. Pemuda Raya, Gg. Mesjid At-Taqwa RT.02 / RW 04, Desa, Citayam, Sasak Panjang, Tajur Halang, Bogor, West Java 16320

 

#binatang #hewan #infobinatang #cintabinatang #menyayangi makhlukhidup #bermain #belajar #cinta #anak #family #happyfamily #ternak #domba #kambing #kuda #kelinci #ayamkalkun #ikan #burung #binatang#animal #edukasi #education #edukasianak #anakanak #memory #kasihsayang #belajarpeka #cintalingkungan  #liburan #liburanseru

5 faktor Utama Edukasi Alam Dapat Menambah Kecerdasan Anak

‘Sekali mendayung dua tiga pulau terlampau’  istilah tersebut tentunya tak asing di telinga kita. hanya dengan satu pekerjaan kita pun mendapatkan beberapa hasil atau keuntungan. Peribahasa tersebut rupanya sama pada penerapan edukasi alam.

Bukan karena sebutannya ‘edukasi’ lantas penerapannya hanya belajar seperti di belakang meja belajar. Edukasi alam adalah metode pembelajaran yang  dilakukan di alam memanfaat objek-objek alam sekitar anak untuk menambah ilmu pengetahuan.

Terdapat banyak manfaat saat anak mendapatkan edukasi di alam terbuka. Berikut beberapa fakta dari edukasi alam…

  1. Memenuhi kebutuhan fisik

Hal yang paling dibutuhkan saat belajar di alam adalah pergerakan siswa yang tak hanya dititik tertentu. Terdapat kegiatan olah fisik yang mengharuskan anak bergerak.  Sebuah penelitian terbaru di Medical College of Georgia di Augusta menemukan bahwa ketika anak-anak yang kelebihan berat badan pada usia 7 sampai 11 dan berolahraga selama 20 atau 40 menit sehari, mengalami perbaikan fungsi kognitif otak setelah 13 minggu.Hal tersebut terjadi karena gerak mengaktifkan daerah penting di otak yang mempengaruhi daya pikir anak.

1. Meremajakan Otak

Seperti halnya orang dewasa yang membutuhkan liburan  di tengah padatnya kesibukan kantor. Anak-anak pun tentunya lebih membutuhkan refreshing  agar mental ototnya dapat beristirahat. Menghabiskan waktu di luar rumah pun disinyalir dapat meningkatkan fungsi otak anak, terutama perhatian, konsentrasi, kontrol impuls dan memori.

2. Berpengetahuan Lebih

Kenapa anak yang belajar melalui alam dapat pengetahuan lebih? Karena segala materi pelajaran yang telah didapat anak saat berada di ruang kelas dapat ia lihat dan rasakan, semua indra tubuh berkoordinasi untuk mengenal lebih apa yang sudah diketahui anak.

3. Baik untuk Penglihatan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Cambridge University, Inggris, kegiatan di luar ruangan dapat mencegah anak-anak terkena rabun jauh. Apalagi, pada usia anak-anak, mereka perlu fokus melihat objek yang lebih jauh. Dengan paparan cahaya alami ketika mereka berada di luar rumah maka penglihatan mereka akan meningkat.

4. Kekebalan tubuh Meningkat

Tagline  ‘berani kotor itu baik’ sepertinya hal yang paling tepat menggambarkan suasana ini. Faktanya Berbagai data menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh kita akan berfungsi dengan baik ketika kita terpapar mikroba, organisme, dan juga keanekaragaman pola makan dan lingkungan. Paparan tersebut bisa melalui saluran pencernaan, hidung, atau sistem pernapasan.

 

Itu sebabnya, Mama perlu membiarkan anak bermain kotor-kotoran di luar ruangan. Karena paparan terhadap organisme yang beranekaragaman pada tumbuhan, tanah, tanaman, dan lain sebagainya, memengaruhi penurunan alergi.

 

Semoga bermanfaat !

 

Ingin anak Anda merasakan petualangan belajar, bertamasya sekaligus bermain dengan hewan ternak pet dan hewan lucu lainnya? Temukan segala keseruannya di Saung Domba Edupark, Sarana Edukasi berintegrasi

 

#manfaatedukasialam #bermain #belajar #cinta #anak #family #happyfamily #ternak #domba #kambing #kuda #kelinci #ayamkalkun #ikan #burung #binatang#animal #edukasi #education #edukasianak #anakanak #memory #kasihsayang #belajarpeka #cintalingkungan  #liburan #liburanseru

Mengenal Gallus Si Ayam Peliharaan

Ayam peliharaan-  seperti apa sih ayam peliharaan? Apa beda dengan ayam yang kita rawat dirumah dengan ayam yang biasa dirawat peternak unutk dijual telur dan dagingnya? Dari pada bertanya-tanya yuk kita lihat penjelasannya.

Ayam peliharaan (Gallus gallus domesticus) adalah unggas yang biasa dipelihara orang untuk dimanfaatkan untuk keperluan hidup pemeliharanya. Ayam peliharaan (selanjutnya disingkat “ayam” saja) merupakan keturunan langsung dari salah satu subspesies ayam hutan yang dikenal sebagai ayam hutan merah (Gallus gallus) atau ayam bangkiwa (bankiva fowl).

Kawin silang antar ras ayam telah menghasilkan ratusan galur unggul atau galur murni dengan bermacam-macam fungsi, yang paling umum adalah ayam potong (untuk dipotong) dan ayam petelur (untuk diambil telurnya). Ayam biasa dapat pula dikawin silang dengan kerabat dekatnya, ayam hutan hijau, yang menghasilkan hibrida mandul yang jantannya dikenal sebagai ayam bekisar.

Dengan populasi lebih dari 24 miliar pada tahun 2003, Firefly’s Bird Encyclopaedia menyatakan ada lebih banyak ayam di dunia ini daripada burung lainnya. Ayam memasok dua sumber protein dalam pangan: daging ayam dan telur.

Ayam peliharaan berasal dari domestikasi ayam hutan merah (ayam bangkiwa, Gallus gallus) yang hidup di India. Namun demikian, pengujian molekular menunjukkan kemungkinan sumbangan plasma nutfah dari G. sonneratii, karena ayam hutan merah tidak memiliki sifat kulit warna kuning yang menjadi salah satu ciri ayam peliharaan.

Ayam menunjukkan perbedaan morfologi di antara kedua tipe kelamin (dimorfisme seksual). Ayam jantan (jago, rooster) lebih atraktif, berukuran lebih besar, memiliki jalu panjang, berjengger lebih besar, dan bulu ekornya panjang menjuntai. Ayam betina (babon, hen) relatif kecil, berukuran kecil, jalu pendek atau nyaris tidak kelihatan, berjengger kecil, dan bulu ekor pendek. Perkelaminan ini diatur oleh sistem hormon. Apabila terjadi gangguan pada fungsi fisiologi tubuhnya, ayam betina dapat berganti kelamin menjadi jantan karena ayam dewasa masih memiliki ovotestis yang dorman dan sewaktu-waktu dapat aktif.

Sebagai hewan peliharaan, ayam mampu mengikuti ke mana manusia membawanya. Hewan ini sangat adaptif dan dapat dikatakan bisa hidup di sembarang tempat, asalkan tersedia makanan baginya. Karena kebanyakan ayam peliharaan sudah kehilangan kemampuan terbang yang baik, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di tanah atau kadang-kadang di pohon.

Berdasarkan rasnya macam-macam ayam peliharaan ini dikenal umu dengan nama ayam walik (frizzle), ayam dengan bulu yang tidak menutupi badan tetapi tegak berdiri. Ayam bali, ayam dengan leher tidak berbulu dan jambul di kepalanya, sekarang mulai dibiakmurnikan. Serta ayam katai atau kate (bantam), istilah umum untuk ayam dengan ukuran kecil (proporsi panjang kaki dengan ukuran badan lebih kecil daripada ayam “normal”), terdapat berbagai ras lokal dan ras murni seleksi yang masuk kategori ini. Unik ya? semoga bermanfaat !

Sumber : info binatang