Anak Lambat Bicara

Bunda, Ternyata Ini Beberapa Penyebab Anak Lambat Bicara

Berbicara adalah salah satu fase perkembangan yang akan dilewati anak saat ia tumbuh semakin besar.

Umumnya anak mulai bisa berbicara atau istilah dalam kedokterannya disebut Fase True Speech minimal 5 kata dan mengerti maksudnya pada usia 18 bulan.

Namun pada kasusnya, ada juga beberapa anak yang terlambat bicara pada usia 2 tahun bahkan 3 tahun, lalu apa penyebab hal itu terjadi?berikut ulasannya:

Kurang stimulasi dari orang tua
Jangan hanya mengandalkan kehangatan dekapan kita kepada mereka ya Sahabat Ummi , mengajaknya bernyanyi, atau mengulang-ulang beberapa kata dan metode lain agar anak aktif merupakan stimulus terbaik sehingga mereka tak terhambat proses bicaranya.

Respon Orang Tua Terlalu Cepat
Kecepatan dan teanggapan kita kadang membuat anak menjadi lambat berbicara. Contohnya, saat anak mengangkat tangan dan akan bilang mau mainan yang ada di dekat kita, buru-buru kita sediakan untuknya. Hal ini membuat ia tidak pernah diberi kesempatan untuk berbicara sendiri dan
menyampaikan sesuatu.

Gangguan Pendengaran
Mengapa ahli patologis melakukan tes pendengaran terlebih dahulu saat memeriksa anak? Hal ini karena gangguan pendengan menjadi salah satu faktor yang bisa membuat anak lambat berbicara.

Gangguan Pengolahan Auditori
Gangguan ini memang menyangkut pada pendengaran, namun berbeda konteks. Gangguan pengolahan auditori adalah sebuah gangguan yang menyebabkan anak sulit memahami apa yang ia dengar. Akibatnya anak juga mengalami kesulitan dan keterlambatan bicara.

Masalah Oral-Motol
Anak terlambat bicara bisa disebabkan karena kelainan pada mulut anak (oral motor), seperti gangguan langit-langit mulut serta lidah terlalu pendek yang berbuntut pada terhambatnya gerakan lidah untuk menghasilkan kata.

Pilihan Mainan yang Tepat

Pada saat ini memang era dimana manusia lebih memprioritaskan gadget atau gawai sebagai hiburan diri. Dampak pemakaian gawai yang sering akan dirasa buruk pada orang dewasa, apalagi untuk konsumsi anak kita. Jadi, alih-alih memberikan gadget agar praktis membuat anak anteng tapi memiliki dampak buruk. Lebih bak kenalkan dengan mainan tradisional. Selain menjada kebudayaan hal ini terbukti oleh penelitian mencipatakan komunikasi yang baik antara ayah, ibu dan anak.

Autisme
Gangguan terlambat bicara pada anak kemungkinan disebabkan adanya gangguan perkembangan spektrum autis atau gangguan konsentrasi/ hiperaktivitas, saat seperti ini peran kita sangatlah penting Sahabat Ummi. Konsultasikan ke dokter agar dapat metode yang tepat untuk pola asuhnya.

Gangguan neurologis
Gangguan neurologis pada anak dapat menjadi salah satu penyebab lambat bicara. Gangguan neurologis seperti cerebral palsy, distrofi otot, maupun cedera otak dapat mempengaruhi otot-otot yang diperlukan untuk berbicara sehingga anak akan mengalami kesulitan berbicara.

Anak adalah titipan Allah yang berharga semoga kita menjadi yang amanah dalam menjaaga titipanNya.


Aamiin.
(diolah dari berbagai sumber)

girl-showing-clock_23-2147982439

Ternyata Ini Waktu Ideal Anak Dalam Bermain

Bermain adalah hal yang menyenangkan. Bermain juga menjadi hal yang dibuthkan bagi siapapun terutama anak-anak. Namun berapa lama idealnay anak memiliki waktu bermain?

Apakah ada perbedaan waktu antara anak balita dan yang sudah memasuki jenjang sekolah? Simak penjelasan di bawah ini yuk!

  1. Untuk Bayi
    Tidak ada batasan waktu untuk kegiatan bermain pada bayi. Dalam segala kegiatan yang dilakukan
    bayi, usahakan orangtua selalu mendorong perkembangan motoriknya.
  2. Untuk Balita
    Balita Anda sebaiknya memiliki waktu khusus bermain selama satu setengah jam. Jenis kegiatannya
    adalah, 30 menit untuk aktivitas fisik yang direncanakan (misalnya main mobil-mobilan atau
    melempar bola) dan 60 menit untuk aktivitas fisik tidak terstruktur (bermain bebas).
  3. Usia pra sekolah
    Waktu bermain yang dianjurkan adalah 2 jam. Jenis aktivitasnya, 60 menit untuk aktivitas fisik yang
    direncanakan (seperti bermain sepak bola) dan 60 menit aktivitas fisik tidak terstruktur (bermain
    bebas).

Jadi, tetap bebaskan anak main yuk bun, agar mereka lebih menikmati perkembangannya.

Semoga bermanfaat!
(diolah dari berbagai sumber)

photo-1513042966058-0ac1891fdc2d

Melukis Telur, Kegiatan Liburan Yang Menyenangkan!

Siapa bilang melukis itu rumit? Siapa bilang juga melukis membutuhkan bahan- bahan yang sulit didapat?

Faktanya Anda bisa berbagi keceriaan bersama anak-naka dengan cara super murah lagi menyenangkan!

Kegiatan inipun bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.
Sayangnya banyak yang berpikir menggambar/melukis hanya dipelajari hanya TK (porsinya banyak), padahal melukis/menggambar itu harus terus di kembangkan hingga dewasa atau di lakukan terus, seperti halnya ilmu-ilmu lainnya, bahkan dengan ini kita bisa mempertajam kinerja otak.

Karena otak kanan berperan untuk mengembangkan imajinasi manusia, maka sangat berguna sekali ketika mereka bekerja atau berdampingan dengan ilmu-ilmu yang dia pakai pada saat nantinya.

Belajar seni lukis atau mengasah atau mengembangkannya bukan untuk seseorang menjadi pelukis atau seniman.

Karena pada awalnya ilmu ini dipergunakan sebagai pengembangan/mengasah kecerdasan pada otak kanan. yaitu Mengasah motorik halus, melatih fokus pada pekerjaan, emosional, kreatifitas, menjaga keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri sehingga otak tidak mudah stress ketika menghadapi persoalan aritmatik atau sosial.

Melalui kegiatan ini juga menjadi hal yang menyenangkan dan tentunya mendekatkan ikatan keluarga dengan berbagi pendapat akan warna dan bentuk yang akan dikreasikan pada dasar kulit telur. Menarik ya!

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

(diolah dari berbagai sumber)

rice-field-bali_1385-1643

Berbagai Manfaat Liburan Di Suasana Pedesaan

Semakin padatnya suasana perkotaaan dengan polusi yang mengelilingi tentu terkadang kita ingin menyempatkan diri beristirahat sejenak dengan udara sejuk layakanya di sebuah pedesaan. Nyatanya tak hanya merasakan udara sejuk yang dapat Anda peroleh, namun lebih dari itu. Simak ulasan berikut ini yuk!

  1. Melatih kemandirian anak
    Saat berada di tempat outbond anak akan berkenalan dengan teman baru saat melewati
    halang rintang, anak juga diuji untuk mengasah ketangkasannya menghadapi tali jaring, dan
    berbagai rintangan yang menguji kemandiriannya melewati masalah.
  2. Anak tidak mudah alergi
    Di liburan ala pedesaan tentu tidak akan jauh dari yang namanya lumpur, saat anak
    dikenalkan dan biasa bermain lumpur Tim peneliti dari School of Medicine, University of
    California, Amerika Serikat, mengungkapkan penemuan yang mendukung “hipotesis
    higienis”. Isi hipotesis menyebutkan semakin banyak orang terpapar bakteri, maka tubuhnya
    akan lebih tahan terhadap penyakit dan terhindar dari alergi. Paparan bakteri pada masa
    kecil akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak dari penyakit.
  3. Anak tidak takut dengan binatang
    Bertemu dengan aneka hewan jinak seperti, ayam, kelinci, domba dan kambing belajar
    merawatnya menjadikan anak tumbuh tidak sebagai penakut saat dewasa nanti.
  4. Sarana mendekatkan hubungan keluarga
    Saat menikmati suasana liburan bertukar cerita, berbagai tawa dan dan suka menjadikan tali
    kekeluargaan menajdi rekat dan hangat.
    Ingin merasakan sensasi liburan suasana pedesaan yang mengasyikan dan mendapatkan manfaat
    seperti yang ada di atas? Yuk datang ke Saung Domba Edupark!
    SAUNG DOMBA EDUPARK, Wisata Edukasi yang berlokasi di daerah Bogor dengan konsep alam dan
    murah memberikan pengalaman terbaik pada suasana liburan Anda��

Sumber : saungdombaedupark

photo-1507759244195-868223d63143

Manfaat Memberikan Hewan Peliharaan Kepada Si Kecil

Tak dapat disangkal sebagian orang tua tidak akan mengizinkan anaknya memiliki hewan peliharaan.
Dengan alasan yang bervariasi. Orang tua sebisa mungkin menolak permintaan sang anak.
Alasan umumyang biasa di lontarkan tak jauh dari, ‘emang kamu bisa kasih makan yang teraktur ke
dia’ atau ‘nanti kalau sakit gimana’ bahkan hal yang paling ekstrim ‘kalau hewannya mati kamu
yang dosa lho’
Bukannya setiap makhluk memang punya batas umurnya masing-masing? Yang penting bagaimana
kita menjaga dan mengurusnya dengan maksimal, insha Allah hewan peliharaan akan hidup sesuai
batas umurnya. Diluar dari faktor diatas nyatanya memelihara binatang sangat berpengaruh
terhadap tumbuh kembang anak Lho. Apa saja sih? Yuk kita tengok penjelasan berikut.

  1. Membantu anak belajar
    Sejumlah pendidik anak telah lama mengetahui bahwa memiliki peliharaan dapat sangat
    membantu perkembangan belajar dari anak berkebutuhan khusus. Sekarang mereka
    menemukan bahwa semua anak bisa mendapatkan keuntungan dari kehadiran seekor
    sahabat berbulu dan berkaki empat. Dalam satu penelitian, anak-anak diminta untuk
    membaca keras-keras di depan teman sebaya, orang dewasa, dan anjing. Peneliti memantau
    tingkat stres mereka, dan menemukan bahwa anak-anak akan paling santai saat berada di
    sekitar hewan, bukan manusia.
  2. Menjaga kesehatan anak
    Menurut sebuah studi oleh Dennis Ownby, MD, seorang dokter anak dan kepala departemen
    alergi dan imunologi di Medical College of Georgia, memiliki hewan peliharaan benar-benar
    mengurangi risiko anak terkena alergi tertentu. Anak-anak yang memiliki hewan peliharaan
    di rumah juga lebih jarang menunjukkan hasil tes kulit positif terhadap alergen dalam
    ruangan seperti bulu hewan dan debu tungau — juga untuk alergen outdoor seperti serbuk
    sari bunga dan getah tanaman.
    Manfaat lain dari memeliharan hewan di rumah? Memandikan, bermain, atau membelai
    makhluk berbulu dapat menurunkan tingkat stres — dan ini tidak hanya berlaku bagi ibu dan
    ayahnya, namun juga untuk anak-anak.
  3. Mengajarkan anak rasa tanggung jawab, kasih sayang, dan kepedulian
    Rasa empati bisa muncul dan berkembang sejak anak masih dangat dini. Ha tersebutt bisa
    dilatih dari memberi anak hewan peliharaan. Dengan terlibat langsung dalam mengurus
    peliharaannya, anak akan menyadari bahwa hewan peliharaan, sama seperti manusia —
    membutuhkan makanan, tempat tinggal, olahraga, dan cinta. Ini kemudian mengajarkannya
    pelajaran berharga tentang empati dan kasih sayang.
    Bahkan balita termuda sekalipun dapat sedikit banyak belajar tentang tanggung jawab
    dengan adanya hewan peliharaan di rumah. Itu karena empati dan belas kasih bukanlah
    kualitas yang tiba-tiba muncul di usia dewasa ketika kita membutuhkannya. Dan Anda tidak
    belajar untuk menjadi orang yang penuh kepedulian hanya karena Anda diperlakukan
    demikian sebagai seorang anak. Kita perlu sarana untuk mengasah sifat ini semenjak masih
    muda.
  4. Memberikan rasa nyaman dan mendorong kepercayaan diri anak
    Ada penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak yang punya hewan peliharaan di rumah
    memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi. Mungkin karena mereka memiliki makhluk
    berkaki empat (atau berkaki dua) untuk dicintai dan yang balik mencintai mereka apa
    adanya, juga seorang teman curhat yang tidak pernah menghakimi sekaligus teman bermain
    dengan ketika tidak ada orang lain di sekitar.
    Kemudian, ketika anak Anda mulai sekolah, hewan peliharaan memberikan anak suatu topik
    menarik untuk diperbincangkan dan berbagi minat yang sama dengan anak-anak lain.
  5. Memperkuat ikatan keluarga
    Perawatan hewan peliharaan seringnya menjadi bintang utama dari kegiatan bersama dalam
    keluarga. Entah untuk memberi makan, memandikan ataudiajak bermain dipekarangan
    rumah sekitar. Menghabiskan waktu bersama seperti ini membantu keluarga tumbuh lebih
    kuat dan lebih dekat, sekaligus juga memberi waktu untuk bersantai sejenak di tengah
    kehidupan sehari-hari yang selalu dikejar waktu.
    Dengan lima alasan ini semoga dapat membantu Anda untuk menimbang dan memberi masukan
    yang berharga pada piliihan Anda memiliki hewan peliharaan. Semoga bermanfaat!
    Sumber : hellosehat.com