Ingin Pergi Tanpa Kena Macet Saat Liburan? Yuk Gunakan Trik Ini!

Salah satu yang paling kita hindari saat musim liburan adalah macet, dimana hal yang paling kita rindukan yakni liburan pergi pantai atau gunung menjadi sesuatu yang sangat dinanti. Namun tak perlu khawatir, Anda dapat menerapkan trik sederhana dibawah ini untuk liburan tapi tetap terhindar dari macet. Apa saja caranya? langsung aja intip penjelasan dibawah ini.

  1. Cari tahu apakah destinasi tersebut rawan macet

Hal pertama yang harus dilakukan untuk menghindari macet adalah mencari tahu apakah destinasi Anda rawan macet. Traveler bisa mencari tahu lewat internet, ataupun bertanya ke info lalu lintas yang banyak tersedia.

 

  1. Berangkatlah lebih awal

Jika destinasi yang dituju ternyata rawan macet, siapkan waktu lebih awal dari rencana. Ini untuk menghindari datang terlambat akibat macet.

 

  1. Hindari kendaraan pribadi, gunakan kendaraan umum

Cara lain untuk menghindari macet adalah dengan tidak menggunakan kendaraan pribadi. Jalanan yang dilalui kendaraan pribadi biasanya rawan macet.

Untuk itu lebih baik gunakan kendaraan umum yang bebas macet. Kereta bisa jadi pilihan yang tepat.

 

  1. Cari jalan alternatif

Hampir setiap tempat biasanya memiliki jalan alternatif yang bisa digunakan untuk menghindari macet. Sebaiknya, jalan ini sudah Anda cari sebelum berangkat traveling.

Pencarian bisa melalui internet, bertanya pada penduduk lokal, ataupun lewat GPS. Jadi, begitu macet datang, Anda langsung bisa menghindarinya.

Semoga bermanfaat !

Sumber : detik

#backpacker #teamransel #ranselmania #travellingransel #jalanjalanseru #hematbudget #iritongkos #adventure #jalanmacet

Mau Tetap Kece Selama Traveling? Coba Gaya Koper Dan Dapatkan Kelebihannya Yuk!

Gaya traveling ransel banyak diminati oleh traveler lokal maupun asing. Hal ini biasa akan kamu temukan di  beberapa kota wisata yang sering dikunjungi turis mancanegara maupun lokal.

Namun, tidak sedikit juga yang liburan menggunapkan gaya koper nih guys! jika sebelumnya kita menemukan kelebihan serta berbagai fantasi liburan yang ditawarkan ala backpacker atau ransel. Kini Saung Domba Edupark Akan Mengajak kamu untuk menjelajah tempat wisata menarik menggunakan koper.

Akankan efisien atau justru bikin ribet? Intip langsung penjelasannya dibawah ini ya!

Gaya traveling koper juga diminati oleh banyak traveler, khususnya bagi yang mencari kenyamanan dan menginap di hotel saat traveling. Traveller gaya koper memang direkomendasikan buat kamu yang ingin bulan madu, bareng keluarga, atau yang ikut dalam tur. Filosofinya adalah, liburan itu untuk memanjakan diri, bukan untuk menambah penderitaan.

Traveling koper, usahakan kamu memilih destinasi yang mudah secara akses, dan tentunya dapat dicapai kendaraan seperti pesawat komersil, bus wisata, atau taksi. Tentunya kamu tidak mau liburan ala koper kamu kacau karena harus menarik koper ke sana ke mari.

Untuk urusan akomodasi ala koper, biasanya mereka memilih hotel kualitas bagus yang aksesnya dekat bandara atau stasiun terdekat. Selain lebih memudahkan pergerakan, umumnya hotel juga punya room service yang dapat membawakan koper dan membuat liburan lebih nyaman.

Jadi sudah siap travelling ala koper ?

Ingin liburan jarank dekat dengan suasana sejuk?  Kunjungi aja SAUNG DOMBA EDUPARK, wahana eduwisata yang berlokasi di daerah Bogor dengan konsep alam terbuka dan murah memberikan pengalaman terbaik pada suasana liburan Anda !

Kelebihan Dan Kekurangan Membawa Ransel Saat Liburan

Liburan atau travelling merupakan hal yang didambakan oleh setiap orang. Karena akan banyak hal menyenangkan yang dapat dilakukan. Tentunya saat liburan setiap orang tak lupa untuk membawa beberapa peralatan yang dibutuhkan saat liburan.

Salah satu yang sering  dipusingkan oleh tidak sedikit traveller adalah pilihan unutk membawa ransel atau tas yang tepat. meski umumnya banyak yang berpendapat jika ingin berpergian yang asyik, gak ribet dan sederhana lebih tepat untuk membawa ransel. Benar nggak sih begitu alasannya? atau ada alasan lain? mending kita lihat alasan siangkatnya dibawah ini.

Gaya traveling ransel banyak diminati oleh traveler lokal maupun asing.hal ini biasa akan kamu temukan di  beberapa kota wisata yang sering dikunjungi turis mancanegara maupun lokal, contohnya yogyakarta dan malang.

Kebanyakan traveler memakai gaya ransel untuk traveling jarak dekat maupun jauh. Alasan utamanya, gaya ransel leboh hemat di ongkos dan lebih banyak cerita.

Bepergian dengan ransel juga lebih memudahkan perjalanan kamu. Misalnya kamu bepergian naik bus, kereta, atau bolak balik lift hotel, tentu lebih nyaman pakai ransel. Cukup gendong ransel, dan kamu bisa menaklukkan medan apapun.

Saat traveling gaya ransel, biasanya kita juga dituntut untuk menghemat budget dan menginap di hostel atau penginapan murah lainnya. Dengan menghemat pengeluaran untuk hostel yang lebih murah daripada hotel, kita juga bisa traveling lebih lama dan bebas menjelajahi sudut mana saja dengan rintangan jalanan  seperti apapun. Asik nggak tuh ?

Kelebihan lainnya, traveling gaya ransel juga menuntut kita lebih hemat untuk urusan makan. Usahakan sebisa mungkin untuk tidak makan di restoran, tapi alokasikan uang kamu untuk mencoba makanan kaki lima atau belanja di pasar dan masak sendiri. Cara tersebut dijamin dapat menghemat uang kamu.

Jadi, cocok banget buat kamu yang kakinya suka menjelajah kemana-mana dari satu destinasi wisata ke destinasi lainnya. Kebayangkan gimana serunya petualangan travelingmu.

Semoga bermanfat !

Sumber : detik

#backpacker #teamransel #ranselmania #travellingransel #jalanjalanseru #hematbudget #iritongkos #adventure

Suka Menikmati Tidur Berlebihan Saat Liburan? Hati-Hati Bahaya Mengancam

Bulan mei tahun ini menjadi bulan yang cukup indah dan dinanti. Selain memiliki lebih dari satu tanggal merah  kalender. Tentu hal ini membuat taksedikit orang memanfaatkan waktu liburnya untuk berjalan-jalan, berkebun, atau hanya dirumah dan tidur seharian.

Setelah jam tidur yang terganggu dan berubah-ubah selama aktivitas padat. Banyak orang yang memanfaat waktu liburnya dengan waktu tidur yang lama, semacam ‘balas dendam’.

Balas dendang dengan waktu tidur yang lama ini biasa dijulukidengan sebutan oversleeping atau hipersomnia.  Sayangnya aktivitas ini sangat berbahaya jika dilakukan berkelanjutan. Namun, sudah tahua Anda penyebab dan dampak detail dari tidur lama atau over sleeping ini? Yuk intip penjelasannya!

Penyebab oversleeping atau hipersomnia ada beragam, seperti sleep apnea atau gangguan pernapasan saat tidur, narcolepy yang merupakan masalah neurologis yang menyebabkan tidur berlebihan.

Hal yang sering kita dengar  seperti stress, depresi dan  kelelahan, pun ternyata dapat menjadi penyebab over sleeping ini.

Apa efek dari over sleeping ini ? baik atau buruk ?

 

  1. Nyeri punggung.

Ketika Anda berbaring di tempat tidur selama berjam-jam, sering kali timbul nyeri pada punggung. Orang yang menderita sakit punggung atau rentan terhadap sakit punggung pun dianjurkan dokter untuk tetap aktif bergerak, tidak sering berbaring atau tiduran.

  1. Diabetes

Penelitian menunjukkan, orang yang tidur lebih dari sembilan jam tiap malam berisiko 50 persen lebih besar terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh jam per malam. Penelitian juga menemukan, oversleeping dapat mengindikasikan gangguan medis yang meningkatkan kemungkinan pengaruh diabetes.

 

  1. Obesitas

Penelitian menunjukkan, mereka yang tidur selama 9-10 jam tiap malam 21 persen lebih mungkin mengalami obesitas daripada mereka yang hanya tidur selama 7-8 jam.

 

  1. Sakit jantung.

Sebuah penelitian menunjukkan, wanita yang tidur selama 9-11 jam  tiap malam 38 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner.

 

  1. Sakit kepala

Para peneliti meyakini, sakit kepala bisa merupakan efek dari oversleeping. Mereka yang tidur terlalu lama pada siang hari sering mengalami gangguan ketika hendak tidur pada malam harinya sehingga menyebabkan timbulnya sakit kepala pada keesokan hari.

 

  1. Kematian

Beberapa penelitian menemukan, orang yang tidur sembilan jam atau lebih tiap malam memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam per malam. Para peneliti berspekulasi, depresi dan rendahnya status sosial ekonomi (juga dikaitkan dengan tidur lebih lama) dapat dihubungkan dengan meningkatnya mortalitas (kematian).

Jadi, masih ingin menikmati over sleeping? Tentu tidak kan? Daripda bosen dirumah atau kalau mau keluar pun bingung. Menidng ke Saung Domba Edupark aja. Saatnya bermain sambil belajar dengan cara yang mengasyikan dan tentunya dekat dengan alam.

Semoga bermanfaat !

Sumber : kompas

#tiidurberlebihan #narcolepsy #stress #kelelahan #butuhliburan #liburanseru #liburanhits